Pantai,kenapa harus pantai. banyak orang mengambarkan pantai itu adalah tempat hiburan, sehingga tak jarang orang yang datang berkunjung ditempat tersebut, disamping karena menyenangkan juga banyak pengalam yang kita dapat jumpai disana. ada juga yang mengatakan bahwa pantai itu sebagai pelepas stress, setelah sehari bekerja penuh full Time. ada juga yang mengatakan pantai itu penuh dengan keindahan, seperti kita akan menyaksikan seokor burung terbang keangkasa, gelombang air yang terhempas oleh tiupan angin, speed2 board yang berjejeran yang bisa mengantarkan orang-orang kesana kemari, serta laki-laki perempuan yang berseliwerang di bibir pantai. mungkin karena bibir adalah suatu simbol keindahan makanya banyak anak perempuan yang baru dewasa sering memoles bibirnya dengan lipstik agar kelihatan cantik itu wajar-wajar saja. mungkin begitulah pilihan hidup mereka. aku adalah seseorang yang tak senang dengan suasana pantai, mungkin karena aku punya tafsiran lain tentang pantai. salah satu pantai yang pernah kulewati bersama seorang gadis yang telah lama kukenal namanya St Salma, dialah yang mengajarkan aku hidup dengan suasana pantai. tempat dimana kita bisa berbagi rasa, kasisayang, berbagi senyum dan tawa, berbagi canda. mungkin karena ia lagi jatuh cinta, atau akukah yang jatuh cinta. aku tidak tau siapa sebenarnya yang jatuh cinta. sorri ya, cinta mesti ditafsirkan sebagaimana mestinya bukan seperti apa yang kita mau. apakah betul akukah yang jatuh cinta padahnya dengan sebenar-benar cinta, ataukah aku hanya memuaskan hawanafsuku, kata Freeud. Freeud adalah salah seorang ahli psikologi yang banyak bergelut dibidang psikoanalisa, kajianya antara lain Id, Ego, dan Superego dan lain-lain. dan masih banyak lagi nanti cari sendiri ya… jangan malas belajar ayo semangat. kesimpulan yang dapat ditarik Freeud dari kajiannya itu dia hanya mengatakan bahwa hidup itu tak lain hanya memuaskan Hasrat Hidup atau Dezire. manusia tak luput dari kesenangan hidup. kesenangan kadang membuat hidup jadi bimbang. karena persoalnya kesenangan tak pernah terpuaskan namun dapat diminimalisir. adakah orang yang benci kesengan tentu tidak, kalau itu ada, berarti orang tersebut mengerti hidupnya sendiri. seorang gadis yang telah kukenal jauh sebelum aku sekolah. saat itu tak ada rasa yang terpendam, tak ada rindu yang mendalam, dan tak ada apa-apa, hanya sebatasteman tak lebih tak kurang. tapi setelah tiba-tiba kami dewasa kenapa rasa itu hadir, kenapa rindu semakin mengiris jiwaku yang polos. begitu besar cinta yang terbendung dalam jiwaku, sehingga tak satupun yang dapat menahanya. cinta itulah yang menyatukan jiwaku, diriku, hatiku dengannya. kami punya satu rasaan. dia cantik, baik, senyumnya manis, ahlaknya mulia, ya semoga saja bisa seperti st Azhara. Dia bagiku sangat sempurna dimataku, betapa besar harapanku padanya. munkin tak seorang pun yang dapat mengenal gadis tersebut selain aku. kenapa hanya aku? kenapa bukan yang lain…? aku juga sebelumnya tidak mengenal gadis tersebut, tapi entah firasat apa? sehingga aku bisa mengenal Dia, tentu semua ini diluar dugaanku. karena sebelumnya aku tidakpernah merencanakan hidupku dengannya. aku hanya ingin kesendirianku, biarlah aku sendiri mengetahui sejarah hidupku, karena hidup bagiku sangat misteri, seperti halnya cinta yang datang dan pergi begitu saja dihati setiap orang yang pernah dilewati oleh namanya cinta. Apakah aku harus kecewa dengan diriku sendiri, oh itu tidak… aku tak mau hidupku kecewa lagi. aku benci hidup seperti itu. biarkan aku memilih hidupku untuk selalu bahagia. karena hidup itu pilihan kata senior saya yang pernah kutemui di kampus merah, namanya juga sangat populis di mata para mahasiswa dikampus merah salah-satu kampus ternama di sulawesi selatan. yang telah lama menyelesaikan studinya dijurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Hasanuddin Of University beliau adalah AMBOENDRE. ah, kenapa pikiranku tiba2 ada dikampus mereh, inilah pikiranku, selalu membawaku terbang jauh,menembus semua tabir kehidupan, sehingga kadang aku sering melihat hidupku dalam pikiranku kadang gelap kadang terang. kegelapan meyimbolkan penderitaan dan terang meyimbolkan kebahagiaan. tapi apakah aku pernah bahagia kah? ataukah aku malah menderita karena pikiranku sendiri. tapi aku selalu menyadari bahwa yang selalu membahgiaakan hidupku sendiri bukan siapa2 tapi karena aku memilih untuk bahagia.
Oleh: muchliskhan | Januari 5, 2008
Pantai
Ditulis dalam Uncategorized
Oleh: muchliskhan | Januari 5, 2008
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized